Perkebunan Kelapa Sawit merupakan bisnis pertanian yang sangat menggiurkan bagi para pengusaha pertanian dan perusahaan untuk berinvestasi. Potensi dalam bisnis ini menjadikannya sebagai salah satu sumber pendapatan terbesar di Indonesia. Setelah Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo (Jokowi) memberlakukan moratorium lahan yang tersedia untuk perkebunan, nilai perkebunan kelapa sawit meningkat drastis.

Proses akuisisi atau pengambilalihan perkebunan, khususnya perkebunan kelapa sawit, tidak semudah yang dibayangkan. Ada sejumlah faktor penting yang menjadi kunci sukses pengambilalihan perkebunan kelapa sawit yang harus diikuti dan dilaksanakan berdasarkan prinsip gentlement-agreement oleh masing-masing pihak.

Mengingat transaksi di bidang properti, khususnya pengambilalihan perkebunan kelapa sawit, mengandung modal usaha yang sangat tinggi dan melibatkan banyak pihak sebagai mediator, pemerintah dalam hal ini Menteri Perdagangan Republik Indonesia merasa perlu membuat aturan.

untuk menjaga hak dan kewajiban para pihak terkait melalui Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 33 / M-DAG / PER / 8/2008 tentang Perusahaan Pialang Perdagangan Properti.

Namun, meski ada regulasi yang mengatur transaksi perdagangan, tidak jarang transaksi menjadi terlalu berbelit-belit dan kurang kooperatif antar mediator, sehingga proses pengambilalihan justru menjadi tidak berhasil atau batal sama sekali.

Berikut langkah-langkah akuisisi perkebunan kelapa sawit di Indonesia

Pertama, hubungi perusahaan pialang tepercaya dan tanyakan apakah mereka memiliki perkebunan kelapa sawit untuk dijual. Jangan menghubungi perantara karena mereka mungkin tidak memiliki rincian lengkap tentang perkebunan tertentu, dan umumnya mereka tidak jelas dengan hubungan sebenarnya dengan perkebunan yang tersedia. Kasus seperti itu sering terjadi di Indonesia dan Anda harus memastikan bahwa perkebunan tidak memiliki masalah hukum.

Kedua, mintalah perusahaan pialang untuk melakukan uji tuntas agar terhindar dari masalah hukum di Indonesia di masa mendatang. Perusahaan pialang terpercaya harus memiliki alat survey yang mumpuni seperti drone mapping dan tim analis agronomi / bisnis yang handal. Dengan demikian, terdapat kesesuaian antara dokumentasi legal perkebunan dengan fisik perkebunan yang sebenarnya.

Ketiga, pastikan harga jual perkebunan adil. Hampir semua pialang perorangan menaikkan harga asli hingga 30%. Anda harus berhati-hati dalam berbisnis dengan broker perorangan jenis ini karena kurangnya transparansi jenis ini. Dalam hal ini Anda perlu menunjuk agen tepercaya untuk mewakili Anda dalam proses pengambilalihan. Biasanya komisi sebesar 1-3% diharapkan dari sisi penjualan perkebunan.